Senin, 15 Desember 2014

"Si Salah"


Kalaupun dia menjelaskan ia akan tetap menjadi "si salah" bukan? Apa yang harus ia jelaskan lagi, jika berkata uh saja ia dapat di anggap sebagai pembuat kesalahan besar? Apakah ia akan selalu menjadi "si salah"?

Ini tidak wajar, disaat yang lain dengan giat mencoba menaikkan atau menjaga harga diri anak dan keluarganya, giliran "si salah" yang menjadi bahan bully-an semua keluarganya mungkin bahkan bisa jadi orang tuanya juga menjadi pemeran utamanya. Jika ini wajar beritahu "si salah" bahwa apa yang dia tangisi selama ini tidak benar.

Kalau keluarga adalah salah satu tempat menaruh curahan hati setiap orang, tempat setiap merasa aman, kenapa nasib "si salah" begitu malang? Yang ia rasakan sebaliknya.

Jika orang terdekatnya saja kadang tak menganggapnya ada. Lalu pada siapa "si salah" dapat merasa aman dari ancaman siapapun itu yang dapat melukainya? Apakah setiap orang tidak pernah salah? Hingga hanya ia yang menjadi "si salah"?

TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS


Benturan dengan kepentingan masyarakat
Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan ). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan ( besar, menengah dengan perusahaan ). Benturan ini terjadi kerap kli karena perusahaan menimbulkan polusi ( udara, air, limbah, suara bahkan mental kejiwaan )
Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab social
Dalam menunaikan tanggung jawab social, perusahaan dituntut untuk menghindari etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
1.       Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan untung-rugi usaha
2.       Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanism pebisnis yang melibatkan rasa,karsa,karya yang ikut mendorong diciptakanya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manejemen terbuka hubungan industrial pancasila, pengendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh penerapan manejemen yang berorientasi hubungan kemanusian.


DORONGAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
     
Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis salah satunya adalah pada Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan.

Manfaat penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan
Penerapan manajemen akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antara pelaku bisnis dan dari pihak luar. Manfaat tersebut adalah, sebagai berikut :

1.   Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen parsitipatif. Hal ini menyebabkan semua aspek dapat dikerjakan, diperoleh, dan diawasi dengan maksimal.

2.   Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik. Hubungan baik ini adalah hal terpenting dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

3.   Peningkatan modal kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan meningkatnya produktivitas kerja.

4.  Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari pemasaran suatu perusahaan.

5.  Peningkatan mutu produksi yang disebabkan oleh terbentuknya rasa pengabdian dan kebahagiaan  karyawan.


ETIKA BISNIS

      Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Etika pergaulan dalam melaksanakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis,yitu sebagai berikut:

1.  Hubungan Antara Bisnis Dengan Konsumen: Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. Pertemuan selalu ada untuk membahas aspek harga dan kualitas suatu barang.

2.  Hubungan Dengan Karyawan: Bentuk hubungan ini meliputi: penerimaan (recruitment), latihan (training), promosi, transfer, demosi, maupun pemberhentian(determination). Dimana semua bentuk hubungan tersebut harus dijalankan secara objektif dan jujur.

3.    Hubungan Antar Bisnis: Merupakan hubungan yang terjadi diantara perusahaan, baik perusahaan kolega, pesaing, penyalur, grosir, maupun distributornya. Contoh hal yang didiskusikan yaitu: analisis harga dan kualitas produk yang harus menyesuaikan keinginan pasar, serta  pengiriman barang ke daerah yang dianggap sebagai  pusat pemasaran.

4. Hubungan Dengan Investornya: Pemberian informasi yang benar terhadap investormaupun calon investor merupakan bentuk hubungan ini. Sehingga dapat menghindari pengambilan keputusan yang keliru.

5.   Hubungan Dengan Lembaga-Lembaga Keuangan: Hubungan dengan lembaga keuangan terutama Jawatan Pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifatfinancial, berkaitan dengan penyusunan Laporan Keuangan. Kejujuran menjadi sangat penting disini karena menyangkut kepentingan masyarakat umum mengenai pajak. Perusahaan yang mempermainkan hal ini  dianggap melanggar hukum, semisal: membuat laporan keuangan palsu yang disetujui oleh petugas pajak yang meminta uang dalam jumlah yang besar.


Bentuk-Bentuk Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis

Penjabaran dari kepedulian sosial suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial bisnis. Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di Indonesia adalah :

1.      Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP)
Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusaha dengan karyawannya dan di tuangkan dalam buku.

2.      Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Penanganan limbah industri sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi menjaga lingkungan.

3.      Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Penekanan pada faktor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan.

4.      Perkebunan Inti Rakyat (PIR)
Sistem perkebunan yang melibatkan perkebunan besar milik negara dan kecil milik masyarakat.

5.      Sistem Bapak Angkat – Anak Angkat
Sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha kecil/menengah sebagai mitra kerja yang harus mereka bina.

DAFTAR PUSTAKA
http://emilyaumil.blogspot.com/2013/12/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis.html

NAMA  : Wahartini Saputri
NPM     : 2C214113
KELAS  : 1EB28

Sabtu, 15 November 2014

Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan


Teknik analisis meramalkan kas perusahaan adalah teknik untuk mengetahui keadaan sehat atau tidaknya kas pada perusahaan di masa mendatang ataupun sekarang.
Teknik ini digunakan untuk :
•    Menilai apakah kinerja perusahaan sesuai dengan target umum perusahaan itu sendiri dan harapan investor
•    Mengestimasi dampak dari perubahaan operasi Estimasi Penjualan
•    Mengantisipasi kebutuhan pedanaan perusahaan dimasa depan
•    Menentukan rencana yang memaksimalkan nilai pemegang saham
1.     Keuangan Perusahaan
Keuangan adalah hal terpenting dalam perusahaan karena tanpa adanya keuangan tersebut maka suatu perusahaan tidak akan dapat berjalan dengan baik, bukan hanya perusahaan tapi banyak hal lain yang sangat memerlukan keuangan. Pada masa ini hampir semua baru bisa didapatkan dengan uang. Tanpa adanya uang perusahaan tidak akan bisa berkembang sekalipun sudah bertahun-tahun perusahaan itu didirikan. Semakin berjalannya waktu suatu perusahaan bisa mendapatkan lebih banyak uang atau bahkan mengalami penurunan dalam keuangannya.
Van Horne (2005) mengatakan bahwa fungsi keuangan mencakup tiga hal, yakni keputusan investasi, keputusan keuangan dan kebijakan/keputusan dividen. Perbedaannya dengan Ross, et.al (2007) adalah pada keputusan yang ketiga, yakni net working capital yang harus dikelola. Pada sudut yang berbeda, kebijakan dividen merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan oleh seorang Manajer Keuangan.

2.     Estimasi Penjualan
Estimasi penjualan memiliki hubungan yang sangat erat dengan anggaran penjualan. peramalan penjualan, yaitu merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan apabila  disajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan. Apabila perencanaan keuangan dilakukan secara tepat maka pihak manajemen perusahaan mampu untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

3.     Estimasi Produksi
Estimasi Produksi adalah anggaran penjualan yang disesuaikan terhadap perubahan persediaan.
4.     Estimasi Pembelian Bahan Langsung

Estimasi ini didapatkan melalui pembelian barang secara langsung, baik berupa langsung maupun sistem online. estimatis ini sangat menguntungkan bagi penjual maupun pembeli. karena penjual bisa memprodukan barang dagangannya dengan cara sistem online, dan si pembeli juga dapat lebih menghuntungkan dan menghematkan. karena pembeli tidak perlu meluangkan waktu yang lama untuk datang dan pergi ke sana. Cukup hanya dengan berada di depan komputer dan memilih barang mana yang akan di belinya. lalu mentransferkan jumlah uang yang sudah tertera, dengan cara seperti itu pihak pembeli maupun pihak penjual dapat memperolehkan keuntungan.

5.     Estimasi Pemakaian Bahan Langsung
Pemakaian bahan langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk membiayai bahan baku, bahan pembantu dan bahan penunjang produksi dimana akan digunakan pada waktu dekat.

6.     Upah Langsung
Upah yang diberikan secara langsung kepada para pekerja setelah mereka melakukan apa yang menjadi kewajiban mereka sebagai pekerja atau biaya tenaga kerja yang benar-benar menghasilkan produk atau menyediakan layanan.

7.     Estimasi Bahan Fabrikase
Estimasi bahan pabrikase merupakan estimasi yang didapatkan dari perhitungan beban pabrikase. Beban Pabrikase adalah :
1).Bahan langsung (Direct Materials) Adalah semua bahan yang membentuk bagian integral dari barang jadi. Contoh : Biaya pembelian Kayu di perusahaan meubel
2).Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor). Adalah tenaga kerja yang dikerahkan untuk mengubah bahan langsung menjadi barang jadi. Contoh : Biaya untuk pembayaran pegawai yang membuat meja.

8.     Estimasi Harga Pokok Penjualan
HPP adalah biaya yang masuk ke dalam menciptakan produk yang menjual perusahaan, sehingga biaya hanya dimasukkan dalam mengukur adalah mereka yang secara langsung terkait dengan produksi produk. HPP = anggaran bahan baku digunakan + angaran Biaya tenaga kerja langsung + anggaran biaya overhead pabrik + persedian produk jadi awal – persedian produk jadi akhir.

9.     Estimasi Beban Penjualan
Estimasi beban penjualan adalah perhitungan mengenai beban yang   ditanggung oleh penjual karena terdapat beberapa faktor yang membuat perusahaan atau penjual seakan dirugikan oleh pihak-pihak tertentu. misalkan beban pajak, kerusakan barang-barang yang membuat perusahaan mengurangi penjualannya.

10.  Estimasi beban Administrasi
Estimasi beban administrasi adalah perhitungan mengenai beban-beban administrasi yang akan ditanggung perusahaan sehingga dapat memperkirakan arus kas yang akan keluar dan mempersiapkan langkah-langkah yang lebih maju demi tercapainya tujuan perusahaan yang terbaik.

11.  Estimasi Laba Rugi
Estimasi laba rugi dapat dilakukan dengan melihat rekening-rekening laporan laba rugi.Rekening-rekening laporan laba rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu meliputi:
a. Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan.
b. Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu.

Teknik Analisis Data Dalam teknik analisis data yang akan dilakukan terdiri dari beberapa langkah yang akan di lakukan yaitu:

•Peramalan Penjualan untuk menyusun peramalan keuangan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode regresi linier dan model-model yang terkomputerisasi. Analisis regresi merupakan metode umum yang digunakan untuk meramalkan kebutuhan-kebutuhan keuangan dan tidak terlalu mudah untuk terkena perangkap potensial dan metode prosentase penjualan. Pada analisis regresi ini, persamaan yang digunakan adalah :

Y = a + bX

Keterangan :

Y = adalah variabel dependen
a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap sumbu Y)
b = adalah kemiringan (slope)
kurva linier X = adalah variabel independen.

Persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir nilai Y, jika nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan nilai Y yang dipotong oleh kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X=0).

Nilai b adalah kemiringan (slope) kurva linier yang menunjukkan besarnya perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan setiap unit nilai X. besarnya nilai a dan b konstan sepanjang kurva linier.

1. Tingkat Pertumbuhan Penjualan
Adapun persamaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat  pertumbuhan penjualan : Gt = Tingkat Pertumbuhan Penjualan SRt= Penjualan pada tahun tSRt-1= Penjualan pada tahun t-1

1. Penentuan besarnya AFN (Additional Fund Needed)
2. Peramalan Neraca
3. Peramalan Laporan Laba Rugi

12.   Estimasi Kas
Estimasi Kas adalah laporan keuangan yang menunjukan berapa uang yang di punyai oleh perusahaan itu, karena dengan adanya kas perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah uang atau kas yang ada, apakah perusahan tersebut memperoleh keuntungan atau kenaikan kas atau bahkan memeproleh penurunan kas. Atau secara lebih sederhana dapat dismpulkan estimasi kas merupakan kas bersih yang keluar dan masuk ke dalam suatu perusahaan.




DAFTAR PUSTAKA

NAMA   : WAHARTINI SAPUTRI
NPM      :  2C214113
KELAS  : 1EB28                                               













Senin, 13 Oktober 2014

Teruntuk kamu...

Teruntuk kamu...

Aku hanya ingin bertanya yaa...pertanyaan yang mudah untuk seseorang seperti kamu setidaknya tidak serumit laporan-laporan dan tugas-tugas yang selalu kamu kerjakan setiap malam.

Jadi pertanyaannya, apa arti dari semua ini? Jika tidak ingin aku ada jangan panggil aku kedalam situasi seperti ini.
Ku rasa hatimu tak cacat, matamu tak buta, telingamu tak tuli untuk sekedar memahami perasaanku ini....
Aku menahan semua egoku hanya untuk menahan kamu tetap disini, aku menahan semua keluh kesahku agar tak terlihat membosankan dimatamu, aku membuang semua diriku yang sebenarnya. Tapi, kenapa kamu tidak menyadari semua itu.

Kamu yang memulai semua percakapan, kamu yang memulai ini terjadi namun kenapa kau juga yang membuat semua ini terasa rumit dan sulit untuk dijalani?

Teruntuk kamu...

Aku tidak tau apa sebenarnya arti diriku untuk hidupmu, arti semua ini untuk kamu...
Jika aku tak berada dimanapun, iya tidak berada dihatimu maupun pikiranmu jangan buat aku tenggelam dalam situasi seperti ini jangan buat aku tenggelam dalam rasa seperti ini.


Namun jika aku berada dalam pikiran maupun hatimu, pertahankan aku disini, jaga aku disini karna tak mudah menjadi seseorang yang tidak masalah selalu tampak bodoh hanya untuk membuat orang yang disukainya tidak pergi.

AKUNTANSI dan LAPORAN KEUANGAN


Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaanorganisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".
Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.
            Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah:

1. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan
Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan. Kalau kalian jadi pemilik usaha pasti kalian mau tau dong perkembangan usaha kalian.....
2. Para pengelola perusahaan
Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
3. Para pegawai/karyawan perusahaan
Untuk apa ya para pegawai membutuhkan laporan akuntansi?
Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan. Wah, berarti sebagai pegawai kita juga perlu tahu nih laporan keuangannya perusahaan biar kita ga dibodoh-bodohin sama pemiliknya....
4. Para investor
Kalau kita mau invest dana tentunya kita bakalan nyari perusahaan yang kondisinya bonafid dong, iya kan? Nah, para investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia. Bukannya untung, malah buntung...
5. Para kreditor
Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit. Sama seperti investor, para kreditor juga cuma mau memberikan dananya pada perusahaan yang bonafid.
6. Pemerintah
Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.
7. Rekanan perusahaan
Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.
Dengan adanya prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum akan memudahkan bagi para akuntan atau akunting dalam menyusun laporan keuangan dan akan memberikan informasi yang relevan bagi para investor dan pemegang saham untuk membandingkan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya pada satu periode akuntansi.

Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum

Untuk menggambarkan penitngnya prinsip-prinsip akuntansi atau prinsip dasar akuntansi, asumsikan bahwa setiap pertandingan sepak bola menggunakan peraturan yang berbeda dalam menentukan jumlah pemain. Dari Persib FC menentukan jumlah pemain sebanyak 14 orang sedangkan dari Persija FC menentukan pemain dengan jumlah 10 orang. Hal tersebut akan sulit untuk mengevaluasi tim-tim dibawah peraturan yang berbeda.
Suatu peraturan dan sistem penilaian standar yang dibuat akan membantu para penggemar untuk membandingkan hasil pertandingan dari tim-tim tersebut. Begitu juga prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum memungkinkan dilakukannya perbandingan kinerja dan kondisi keuangan antar perusahaan.
Penelitian telah banyak dilakukan guna pengembangan konsep dan prinsip akuntansi, juga di lihat dari praktek akuntansi pada operasi sehari-hari, dan tentunya tidak terlepas dari informasi lembaga yang mempunyai kewenangan. Financial Accounting Standard Board (FASB) saat ini adalah lembaga yang mempunyai kewenangan penuh di Amerika Serikat (AS) yang mempunyai tugas utama yaitu meneliti dan mengembangkan prinsip-prinsip ilmu akuntansi. FASB menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasinya (Statement of Financial Accounting Standard and Interpretations).
Di negara Indonesia yang memiliki kewenagan yang sama dalam mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi adalah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan berbagai seksi yang terdapat dalam organisasi tersebut.
Karena GAAP berdampak pada bagaimana perusahaan membuat laporan dan apa yang akan mereka laporkan, semua pihak yang berkepentingan akan memberikan perhatian pada pembuatan perinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum tersebut. Prinsip-prinsip akuntansi yang harus dipegang teguh oleh para akuntan dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyusunan laporan keyangan adalah sebagai berikut:

Konsep Entitas Usaha
Satu unit usaha yang berdiri sendiri merupakan entitas usaha atau satuan usaha dimana data ekonomi perlu disiapkan. Entitas ini dapat merupakan dealer mobil, toko serba ada, ataupun toko bahan makanan. Entitas harus diidentifikasi agar akuntan dapat menentukan data ekonomi mana yang harus dianalisis, dicatat, dan diikhtisarkan dalam laporan keuangan.
Konsep entitas usaha (atau disebut business entity concept) penting karena membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Dengan kata lain, perusahaan dilihat sebagai entitas bisnis yang terpisah dari pemegang saham atau pemilik, kreditor, ataupunpihak yang memiliki kepentingan. Misalnya, seorang akuntan dipekerjakan pada suatu perusahaan perorangan, akuntan tersebut hanya akan melaksanakan pencatatan pembukuan atas kegiatan operasi perusahaan saja, dan tidak bercampur dengan transaksi pribadi si pemilik perusahaan.
Konsep Biaya
Jika suatu bangunan dibeli dengan harga Rp 750 Juta, maka harga beli tersebut harus dituangkan ke dalam catatan pembukuan akuntansi. Penjual mungkin sebelumnya menginginkan harga yang lebih tinggi yaitu Rp 800 Juta untuk bangunan tersebut, sementara pembeli mungkin sebelumnya menawar Rp 700 Juta untuk bangunan tersebut. Atau pada saat pembeli sudah menyelesaikan transaksi dengan penjual dan keesokan harinya bangunan tersebut sudah ada yang menawar dengan harga Rp 850 Juta.
Jumlah-jumlah tersebut tidak mempunyai dampak apapun terhadap pencatatan akuntansi, karena tidak mempengaruhi pertukaran bangunan dari penjual kepada si pembeli. Pada transaksi di atas yang dicatat dalam pembukuan akuntansi oleh pembeli adalah Rp 750 Juta, karena merupakan harga transaksi yang sebenarnya.
Melanjutkan ilustrasi di atas, tawaran seharga Rp 850 Juta diterima oleh pembeli pada keesokan harinya menunjukkan bahwa harga beli sebesar Rp 750 Juta termasuk harga yang murah. Namun apabila harga Rp 850 Juta dimasukkan dalam pembukuan akuntansi, maka hal tersebut merupakan laba yang belum terealisasi. Jika telah terjadi penjualan bangunan seharga Rp 850 Juta, maka laba sebesar Rp 100 Juta akan direalisasi dan dicatat dalam pembukuan akuntansi. Dan kemudian pemilik baru akan mencatat harga perolehan baru sebesar Rp 850 Juta sebagai harga perolehan bangunan.
Penggunaan konsep biaya melibatkan dua konsep akuntansi penting lainnya yaitu objektivitas dan unit pengukuran. Konsep objektivitas (objectivity concept) mensyaratkan bahwa catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada bukti objektif. Dalam pertukaran antara pembeli dan penjual, keduanya mencoba atau berusaha mendapatkan harga terbaik. Hanya jumlah akhir yang dicapai merupakan bukti terpenuhinya tujuan akuntansi. Jika nilai proferti atau aktiva tetap yang dicatat secara konstan direvisi ke atas atau ke bawah berdasarkan penawaran, penilaian dan opini, maka laporan akuntansi menjadi tidak stabil serta tidak dapat diandalkan.
Konsep unit pengukuran (unit of measure concept) mensyaratkan data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang. Uang merupakan unit pengukuran yang biasa digunakan yang memungkinkan keseragaman pencatatan dan pelaporan data keuangan.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
·         Neraca
·         Laporan laba rugi
·         Laporan perubahan ekuitas
·         Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
·         Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah asetkewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Laporan keuangan terdiri dari:
-Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.
-Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu.
-Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.
-Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.

Laporan keuangan diharapkan disajikan secara layak, jelas, dan lengkap, yang mengungkapkan kenyataan-kenyataan ekonomi mengenai eksistensi dan operasi perusahaan tersebut. Dalam menyusun laporan keuangan, akuntansi dihadapkan dengan kemungkinan bahaya penyimpangan (bias), salah penafsiran dan ketidaktepatan. Untuk meminimkan bahaya ini, profesi akuntansi telah berupaya untuk mengembangkan suatu barang tubuh teori ini. Setiap akuntansi atau perusahaan harus menyesuaikan diri terhadap praktik akuntansi dan pelaporan dari setiap perusahaan tertentu.

Bentuk Neraca
Neraca dapat disusun dalam dua bentuk yaitu bentuk skontro (account form) dan bentuk vertikal (report form)
Bentuk Skontro
Dalam bentuk skontro semua aktiva perusahaan disusun di sisi kiri (debet), kewajiban dan modal (ekuitas) di sisi kanan (kredit).

Laporan Laba Rugi (income statement) adalah laporan yang disusun secara sistematis tentang penghasilan yang diperoleh, dan beban –beban yang terjadi dalam kegiatan usaha perusahaan selama periode tertentu. Laporan rugi laba berisi informasi mengenai sumber dari mana penghasilan itu diperoleh, dan beban-beban apa yang menjadi tanggungan perusahaan dalam periode yang bersangkutan.

Sumber pemghasilan suatu perusahaan dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
a. Dari usaha pokok, yaitu dari kegiatan yang utama dilakukan oleh perusahaan. Misalnya, dalam perusahaan jasa : hasil penjualan jasa, dalam perusahaan dagang : menjual dan membeli barang.
b. Dari kegiatan luar usaha pokok, yaitu dari kegiatan yang bersifat sampingan atau terjadinya sewaktu-waktu. Misalnya, pada perusahaan jasa : suatu bengkel selain menjual jasa bengkel juga menyewakan kendaraan.
Seperti halnya penghasilan, maka beban-beban yang menjadi tanggungan perusahaan dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu :
a. Beban yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha pokok. Beban-beban tersebut disebut “beban usaha”. Dalam perusahaan dagang, beban usaha terdiri atas harga pokok penjualan, beban-beban usaha penjualan, dan beban-beban administrasi umum.
b. Beban-beban yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan usaha pokok, disebut “beban di luar usaha”, misalnya beban bunga, atau kerugian dari penjualan peralatan kantor yang tidak dapat dipergunakan lagi.
Bentuk Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba disajikan dalam bentuk-bentuk sebagai berikut :

a. Bentuk single step
Dalam bentuk ini penghasilan usaha da penghasilan di luar usaha disusun dalam satu kelompok. Begitu pula beban-beban usaha dan beban-beban di luar usaha pokok. Laba atau rugi bersih dihitung dengan cara mengurangi total penghasilan dengan total beban. Contoh laporan rugi laba bentuk single step adalah sebagai berikut
Bentuk laporan laba rugi single step

PT ABC
LAPORAN LABA RUGI
PER 31 DESEMBER 2004
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
Pendapatan :
Pendapatan Jasa
A
Pendapatan Bunga
B
Total Pendapatan
C
Beban-beban :
Beban Sewa
D
Beban Gaji
E
Beban Asuransi
F
Beban Listrik, air, dan Telepon
G
Total Beban
(H)
Laba Bersih
I
Keterangan :
C = A + B
H = D + E + F + G
I = C-H

b. Bentuk multiple step
Dalam bentuk ini, baik penghasilan maupun beban, dipisah secara terperinci antara penghasilan dan beban usaha dengan penghasilan dan beban di luar usaha pokok.

Bentuk laporan laba rugi multiple step

PT ABC
LAPORAN LABA RUGI
PER 31 DESEMBER 2004
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
Pendapatan Jasa
A
Beban-beban :
B
Beban Gaji
C
Beban Listrik, air, dan Telepon
D
Total Beban
(E)
Laba Usaha
F
Pendapatan di Luar Usaha :
Pendapatan Bunga
G
Beban-beban di Luar Usaha :
Beban bunga
(H)
Laba di luar Usaha
I
Laba Bersh
J
Keterangan :
E = B + C + D
F = A – E
I = F + I

Tujuan laporan laba rugi adalah untuk mengetahui besar keuntungan maupun kerugian didapatkan perubahan dalam suatu periode tertentu.

Nama : Wahartini Saputri
NPM : 2C214113            
Kelas : 1EB28                 
  
REFERENSI: